Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII


Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Bagi Dosen PTS Kopertis Wilayah VII Jawa Timur

16 August, 2012

Penelitian tidak akan berjalan tanpa adanya proposal yang bisa diterima dengan baik oleh tim penyeleksi. Untuk itulah, Kopertis Wilayah VII secara berkala melakukan pelatihan dengan tujuan untuk memacu dan memotivasi dosen untuk memulai melakukan penelitian ilmiah.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Bagian Akreditasi dan Kelembagaan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Drs. Ec. Purwo Bekti M.Si, di hotel Utami Sidoarjo ketika membuka Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Bagi Dosen PTS Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Jumat lalu (10/8). Beliau menambahkan, bahwa pelatihan ini juga bertujuan untuk "meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para dosen mengenai metodologi penelitian, serta meningkatkan kapasitas dosen untuk mengolah data. Meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun dan mempresentasikan proposal penelitian dan pengembangannya. Serta untuk memberikan pengetahuan bagi para dosen yang belum berpengalaman dalam penyusunan proposal, dalam rangka pengembangan dan meningkatkan pengetahuan."

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. H. Sugijanto Ms, Apt. Dalam sambutannya, Prof. Sugijanto mengutarakan kebanggaannya, terhadap keseriusan PTS untuk menindaklanjuti pelatihan-pelatihan yang telah diadakan oleh Kopertis Wilayah VII Jawa Timur. "Judul proposal penelitian yang diterima oleh Kopertis Wilayah VII pada 2011 yang lalu, adalah 174 judul. Sedangkan pada tahun 2012 ini, kita telah menerima 390 judul."

"Untuk tahun 2011, penelitian hibah bersaing hanya 49 judul sekarang terdapat 202 yang diterima. Sedangkan penelitian fundalmental, pada 2011 hanya 6 judul, sekarang naik 10x lipat menjadi 68 judul. Hal ini menunjukkan usaha dari Kopertis dan keseriusan dari teman-teman PTS dalam melakukan penelitian."

Prof. Sugijanto kembali menekankan pentingnya usaha dari semua pihak, untuk menghasilkan penelitian yang berkulitas. "Penting, kita harus berusaha sekuat tenaga, karena dana yang disiapkan untuk penelitian dosen meningkat dengan sangat signifikan. Jika dulu dana yang tersedia hanya 4.7 Milyar, kini pada tahun 2012 dana penelitian menjadi 13.5M. Harapan kami, ke depan semuanya harus meningkat. Penelitian, tidak ada gunanya jika tidak dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah, sukur-sukur nanti Anda bisa mendapatkan patent."

Mengenai minimnya jurnal dan penerbitan ilmiah, Prof. Sugijono juga berkomentar "Kita sudah memiliki budaya baca, tapi sayangnya untuk budaya menulis masih kurang. Dari data jumlah total publikasi tiap negara sejak 1996-2010, Indonesia memiliki jurnal ilmiah 13.047, jumlah ini masih di bawah Bangladesh yang mencapai 13.368. Sedangkan untuk dunia, Indonesia hanya memiliki 54 judul, per juta penduduk. Sementara untuk negara berkembang lainnya, rata-rata sudah mencapai 813 judul, sedangkan di negara-negara maju 3.221 judul. Ini artinya Indonesia sudah sangat ketinggalan."

"Seandainya kita bisa menggerakkan semua potensi yang ada, contoh jika sarjana S1 10% saja yang mempublikasikan karya ilmiah mereka, maka potensi yang ada bisa didapatkan adalah 40 karya ilmiah. Seandainya semua komponen mau bergerak, maka kira-kira Indonesia bisa naik ke posisi 12 dunia, dalam hal publikasi karya ilmiah" pungkasnya.

Prof . Ir. I Nyoman Sutantra M.Sc, Ph.D. sebagai narasumber dalam pelatihan ini, menambahkan "menyambung dari yang dikatakan oleh Koordinator bahwa kita jangan sampai ketinggalan dari negara-negara lain, dalam hal penerbitan karya ilmiah. Persaingan itu, sekarang sudah tidak lagi bergantung dari jumlah SDM saja, tapi lebih dipengaruhi oleh keuletan dan kreatifitas SDM."

Dalam acara yang berlangsung selama dua hari tersebut, dihadiri oleh 40 peserta dari 40 PTS di Jawa Timur. Sedangkan narasumber yang hadir adalah Prof. I Nyoman Sutantra, Prof. Wurlina (Univ Airlangga), Prof. Gamantyo (ITS), dan Prof. Achmadi Susilo (UWKS). (wp).