Detail Jurnal


Judul : Perbandingan Penggunaan Kayu Bakar dan Briket Batu Bara pada Proses Penyulingan Minyak Nilam. (Comparison Use of Fuel Wood and Coal Briquettes to Distillation Process the Patchouli Oil)
Pengarang : Urip Prayogi dan Bagiyo Suwasono
Abstraksi : Ketergantungan sumber energi yang murah dalam mendukung keberlangsungan proses produksi akan memerlukan berbagai upaya efisiensi energi dan efektivitas panas salah satunya penggunaan briket batubara dan kayu bakar pada proses penyulingan minyak nilam. Percobaan pertama dilakukan dengan sumber energi dari kayu bakar dan kedua dari briket batu bara. Pengambilan data proses dimulai dari pengukuran awal pemanasan hingga proses penyulingan. Parameter pengukuran meliputi tekanan uap, temperatur panas, waktu air mendidih, dan berat sumber energi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbandingan awal pemanasan hingga air mendidih pada tekanan uap panas yang mencapai 0,1 kg/cm2 untuk batu bara memerlukan waktu lebih lama 30 menit dari kayu bakar yang mencapai 90 menit, tetapi kebutuhan batu bara hanya mencapai 15 kg dan kayu bakar mencapai 30 kg. Sedangkan perbandingan proses lanjut dari uap panas hingga proses penyulingan pada tekanan uap panas yang mencapai 0,7 kg/cm2 untuk batu bara memerlukan waktu lebih lama 20 menit dari kayu bakar yang mencapai 60 menit, tetapi kebutuhan batu bara hanya mencapai 10 kg dan kayu bakar mencapai 72 kg. Bentuk persamaan yang dihasilkan selama proses penyulingan minyak nilam adalah persamaan regresi polinomial dengan indikasi bahwa penggunaan kayu bakar lebih sesuai digunakan daripada briket batu bara.
Download File   Urip Prayogi dan Bagiyo Suwasono

Judul : Biosintesa Senyawa Antioksidan pada Fermentasi Substrat Cair Kulit Pisang dengan Bantuan Aspergillus Niger. (Biosynthesis of Antioxidant Compounds in Banana Skin Liquid Substrate Fermentation by Aspergillus Niger Help)
Pengarang : Gwynne Tjitradjaja dan Kevin Yangga, Ery Susiany Retnoningtyas serta Antaresti.
Abstraksi : Limbah kulit pisang adalah sampah organik yang masih dapat dimanfaatkan melalui proses fermentasi untuk menghasilkan antioksidan dengan bantuan mikroorganisme. Aspergillus niger adalah salah satu kapang yang dapat menghasilkan antioksidan dengan aktivitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kombinasi ekstrak kulit pisang dan penambahan (NH4)2SO4 pada proses fermentasi untuk memproduksi antioksidan. Aktifitas tertinggi dari antioksidan diperoleh dari Aspergillus niger yang tumbuh dalam substrat 1,5189 mg/mL glukosa (berasal dari 500 g/L ekstrak kulit pisang) dan penambahan 0,25% (b/v) (NH4)2SO4
Download File   Gwynne Tjitradjaja dan Kevin Yangga, Ery Susiany Retnoningtyas serta Antaresti.

Judul : Implementasi Adaptive Neuro Fuzzy Inference System Sebagai Kontrol Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Mikrokontroller AVR ATMEGA 16. (Implementation of Adaptive Neuro Fuzzy Inference System for Induction Motor Speed Control of Three Phase Using AVR Microcontroller ATMEGA 16)
Pengarang : Suryadhi
Abstraksi : Motor Induksi atau Motor AC asinkron merupakan motor yang banyak digunakan pada dunia industri dibanding motor jenis lain. Motor ini memiliki kemampuan yang baik pada kecepatan putar, di samping itu konstruksinya sederhana dan kokoh, harga yang relatif murah serta perawatan yang mudah. Adapun kelemahan dari motor ini adalah pada saat terjadinya perubahan torsi beban, kecepatan motor akan berubah. Untuk itu digunakan sistem pengaturan kecepatan motor induksi dengan metode kontrol Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) yang menggunakan mikrokontroler AVR sebagai sistem pemrosesan kontrol. Atmel AVR adalah jenis mikrokontroler yang banyak digunakan untuk aplikasi kendali maupun otomasi. Kontrol berbasis mikrokontroler dapat beradaptasi jika perubahan input secara tiba-tiba, karena dilengkapi dengan metode pembelajaran yang digunakan untuk parameter Fuzzy dalam metode ANFIS. Diharapkan dapat memberikan respons yang cepat dan akurat pada saat terjadinya perubahan torsi beban sehingga motor akan kembali pada kedudukan setpoint dengan cepat.
Download File   Suryadhi

Judul : Pengukuran Gaya Potong Pahat pada Mesin Bubut. (Measurement of Tool Cutting Force at Turning Machine)
Pengarang : Mochamad Mas ud
Abstraksi : Dalam proses bubut, terdapat gaya pemotongan (cutting force), yaitu Gaya Radial (gaya pada ke dalaman potong), Gaya Tangensial (gaya pada kecepatan potong), dan Gaya Longitudinal (gaya pada pemakanan). Faktor yang memengaruhi gaya potong di antaranya yaitu ke dalaman pemotongan (depth of cut), gerak pemakanan (feed rate), dan kecepatan pemotongan (cutting speed). Penelitian ini mengukur gaya potong pada pahat mesin bubut dengan menggunakan a lat ukur Dial Indikator. Material yang digunakan adalah baja ST 37, baja ST 60 dan baja VCN dengan ke dalaman potong sebesar 2 mm, serta gerak pemakanan sebesar 0,08 mm/rev. Angka pada alat ukur dial indikator menunjukkan besarnya defleksi pahat, digunakan untuk mencari besarnya gaya potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Unit Horse Power (UHP) yang diperoleh dari percobaan dengan acuan nilai pembebanan 100 gr ditunjukkan pada dial indikator sebesar 0.53 mm. UHP yang dihasilkan rata-rata 0,58, Maka kita jadikan acuan untuk memastikan dial indikator bisa digunakan untuk menghitung besarnya gaya potong.
Download File   Mochamad Mas ud

Judul : Aplikasi Kamera Pengawas untuk Deteksi dan Tracking Objek. (Surveilance Camera Application for Detecting and Tracking Object)
Pengarang : Gembong Edhi Setyawan dan Meivi Kartikasari serta Mukhlis Amien.
Abstraksi : Salah satu aplikasi dalam bidang teknologi informasi dan telekomunikasi adalah membangun suatu sistem pengawas yang berbasis kamera. Dalam penelitian ini akan membahas perancangan kamera yang dapat mengikuti objek bergerak terutama untuk mendeteksi objek bergerak dan menentukan kontroler sebagai pengendali untuk menggerakkan kamera agar kamera dapat melakukan tracking terhadap objek. Aplikasi ini mengembangkan pergerakan kamera agar dapat bergerak secara otomatis baik secara vertikal maupun horisontal pada saat menangkap sebuah objek yang bergerak. Pada sistem ini digunakan komputer untuk mengolah citra dari objek, untuk mendeteksi objek bergerak, menentukan titik pusat objek dan menentukan titik pusat lensa kamera sebagai sensor posisi. Selanjutnya informasi pengolahan citra digunakan sebagai data untuk menggerakkan kamera. Selain komputer dibutuhkan rangkaian mikrokontroler AT89S51, Rangkaian DAC, Pengkondisi Sinyal, Driver Motor, Motor Servo dan Web Kamera. Untuk mengendalikan posisi kamera digunakan kontroler PID digital dengan metode penalaan Zieger Nichols. Hasil terbaik yang didapat untuk kontrolernya adalah kontroler proporsional dengan nilai parameter Kp = 3,5.
Download File   Gembong Edhi Setyawan dan Meivi Kartikasari serta Mukhlis Amien.

Judul : Kajian Fisik dan Ekonomi Fungsi Hutan Tangkapan Air di Lereng Gunung Argopuro. (Physical and Economy Tangkapan Air Jungle Function Study at Mount Argopuro)
Pengarang : Sofia Ariyani dan Teguh Hari Santosa.
Abstraksi : Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis peran serta masyarakat secara fisik terhadap fungsi hutan tangkapan air Lereng Gunung Argopuro. (2) Menganalisis fungsi hutan tangkapan air Lereng Gunung Argopuro melalui pembandingan antara nilai ekonomi atau manfaatnya dengan biaya yang dikeluarkan. Penelitian ini berlangsung selama 6 bulan pada Tahun 2010. Sampel diambil dengan cara proporsional random sampling, dan dengan jumlah sampel representantif, yakni dari 2 desa di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, masing-masing diambil 30 responden. Proporsional didasarkan pada karakteristik pekerjaan penduduk (petani jagung, kacang tanah dan padi). Analisis data menggunakan tabulasi silang, penskoran dan BC rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran serta masyarakat secara fisik di kawasan hutan tangkapan air di lereng gunung Argopuro Kabupaten Jember tergolong kategori sangat tinggi yakni dengan nilai rata-rata 91,3% yang meliputi: menjaga tegakan pohon utama dan memanfaatkan lahan di antara pohon utama dengan menanam tanaman tahunan (Kopi Robusta). (2) Hasil kajian ekonomi menunujukkan bahwa selama kurun waktu 6 tahun tersebut secara finansial belum layak, namun program melestarikan hutan layak untuk dilanjutkan mengingat fungsi hutan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Download File   Sofia Ariyani dan Teguh Hari Santosa.

Judul : Pemeriksaan Kualitas Air Berdasarkan Makroinvertebrata Bentik di Sungai Prono Probolinggo os Indikator Pencemaran Produksi Kertas Leces Probolinggo. (Water Quality Examination Based on Benthic Macroinvertebrates on River of Prono Probolinggo os Indicators of Paper Manufactured Polution Leces Probolinggo)
Pengarang : Rohatin dan Umi Nurjanah.
Abstraksi : Sungai merupakan ekosistem air yang sangat diperlukan oleh semua organisme hidup maupun manusia dalam aktivitasnya sehari-hari. Dengan aktivitas tersebut dapat menurunkan kualitas air sungai. Makroinvertebrata bentik adalah salah satu hewan air yang dapat digunakan untuk pemantauan kualitas air. Selain makroinvertebrata bentik, pengukuran faktor kimia air juga sering digunakan sebagai pemantau kualitas air. Penelitian tentang pengaruh kualitas air sungai terhadap keberadaan makroinvertebrata bentik di Sungai Prono Leces Kabupaten Probolinggo telah dilakukan pada bulan Juli–Agustus 2010, untuk mengetahui kualitas air, kekayaan dan keanekaragaman jenis makroinvertebrata bentik serta pengaruh kualitas air terhadap keberadaan makroinvertebrata bentik. Metode yang digunakan adalah metode plot yang peletakannya dilakukan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH, DO dan BOD Sungai Prono masih bagus karena masih memenuhi kriteria baku mutu air yang ditetapkan oleh pemerintah, terdapat 11 jenis makroinvertebrata bentik di seluruh stasiun penelitian, H` makroinvertebrata bentik semua stasiun di bawah satu (0.24–0.66). Hasil analisis menunjukkan tidak adanya perbedaan yang nyata antar stasiun untuk analisis faktor kimia dan indeks keanekaragaman jenis makroinvertebrata, tetapi ada beda nyata untuk kekayaan jenis makroinvertebrata bentiknya. Kualitas air sungai Prono tidak dipengaruhi oleh limbah Pabrik Kertas Leces yang masuk dan tidak berpengaruh terhadap keberadaan makroinvertebrata bentik di Sungai Prono.
Download File   Rohatin dan Umi Nurjanah.

Judul : Optimalisasi Penggunaan Limbah Batu Kapur sebagai Pengganti Agregat Kasar terhadap Kuat Tekan Beton 17,5 Mpa dan Pengaruhnya terhadap Analisis Waktu dan Biaya di Banyuwangi. (Optimizing the Use of Waste Limestone as Coarse Aggregate Substitute for Concrete Strength 17.5MPa Press and Its Effect on Time and Cost Analysis in Banyuwangi)
Pengarang : Heri Sujatmiko
Abstraksi : Deposit batu kapur di daerah Grajagan Kabupaten Banyuwangi cukup banyak. Hal ini dikarenakan pada penambangan di sana disamping menghasilkan kapur sebagai bahan bangunan juga terdapat hasil limbah batu kapur yang cukup besar jumlahnya. Sehingga apabila tidak dimanfaatkan, maka akan berdampak terhadap pencemaran lingkungan. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membuat campuran beton yang terdiri dari butiran agregat kasar, agregat halus dan semen portland serta air dengan perbandingan berat. Sebagai pengganti agregat kasar yaitu limbah batu kapur yang berasal dari penambangan kapur di Grajagan Banyuwangi. Populasi yang dijadikan obyek dalam penelitian adalah populasi tak hingga yang terdiri dari produk beton dan sampel yang dipakai dalam penelitian ini diambil secara acak dan bertahap atau berlapis dalam setiap perlakuannya (acak berstrata). Jumlah sampel yang diambil terdiri dari 15 buah silinder beton dengan masing-masing diberikan perlakuan faktor air semen (0,55 dan 0,60). Jadi total sampel yang dibutuhkan adalah 30 buah silinder beton berdiameter 150 mm dengan tinggi 300 mm. Analisa kualitatif terhadap gradasi agregat halus dan kausan agregat kasar memenuhi persyaratan Standar Industri Indonesia SII 0052-80 (Modulus Kehalusan (FM) agregat halus = 3,09 dan Keausan agregat kasar = 43,88%). Untuk analisa kuantitatif terhadap data hasil uji kuat tekan beton digunakan uji statistik dengan hipotesis pengertian maksimum untuk mengetahui perbedaan suatu variabel dengan suatu konstanta hipotesa dan uji hipotesis Kesamaan Dua Rata-rata (Uji Dua Pihak) untuk mengetahui perbedaan yang nyata/signifikan antar kelompok perlakuan. Di mana hipotesis yang dikemukakan adalah: 1) Nilai rata-rata kuat tekan beton hasil uji lebih dari 17,5 Mpa, berarti Limbah Batu Kapur memenuhi syarat sebagai agregat kasar pada beton, 2) Nilai rata-rata kuat tekan beton antar kelompok perlakuan pemakaian faktor air semen tidak sama, berarti ada hubungan antara kekuatan tekan beton yang dihasilkan terhadap pemakaian faktor air semen yang berbeda. Dari hasil analisa data dapat dijelaskan bahwa kuat tekan beton yang menggunakan limbah batu kapur sebagai agregat kasar lebih tinggi dari persyaratan yang dimiliki beton kelas II, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa limbah batu kapur dapat digunakan sebagai agregat kasar pada campuran beton. Disamping itu dengan pembuktian statistik dapat diketahui pula bahwa faktor air semen (FAS) berpengaruh terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan, di mana dengan faktor air semen yang lebih tinggi akan menurunkan kuat tekan yang dimiliki oleh beto. Disamping itu dengan memanfaatkan pecahan batu kapur sebagai agregat kasar pada beton dapat menurunkan biaya produksi per m³ beton sebesar Rp 28.478,- atau penghematan biaya 7,4%..
Download File   Heri Sujatmiko