Detail Jurnal


Judul : Biaya Produksi Pembuatan Dinding Rumah Geladak Menggunakan Pelat Bergelombang dan Pelat Berpenegar Studi Kasus Kapal Perintis 1200 GT
Pengarang : Galang Inda Rukmana1 dan Intan Baroroh, S.T.,M.T
Abstraksi : Galangan kapal adalah sebuah tempat yang dirancang untuk memperbaiki dan membuat kapal baru. Pada proses pembangunan kapal material yang digunakan harus memiliki struktur yang kuat, ringan dan ekonomis. Hal ini perlu diperhatikan, karena dapat mempengaruhi biaya yang dikeluarkan dan waktu untuk menyelesaikan proyek. Mayoritas pembangunan rumah geladak di galangan kapal menggunakan konstruksi pelat berpenegar. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa terhadap biaya produksi dari penggunaan pelat berpenegar dibandingkan dengan penggunaan pelat bergelombang. Analisa tersebut dilakukan dengan melakukan perhitungan biaya produksi dari pelat berpenegar dan pelat bergelombang dalam pembangunan dinding rumah geladak kapal perintis 1200 GT dengan melakukan perhitungan total biaya material dan biaya tenaga kerja langsung proses pekerjaan pada dinding rumah geladak menggunakan pelat berpenegar dan pelat bergelombang. Hasil perhitungan deviasi biaya produksi pembangunan dinding crew deck menggunakan pelat bergelombang meliputi : perhitungan biaya material lebih murah (27,37%), perhitungan biaya tenaga kerja langsung lebih murah (82,48%) dibandingkan dengan penggunaan pelat berpenegar pada proses pembangunan dinding rumah geladak (deck house) kapal perintis 1200 GT. Sedangkan hasil perhitungan deviasi biaya produksi pembangunan dinding bridge deck menggunakan pelat bergelombang meliputi : perhitungan biaya material lebih murah (34,51%), perhitungan biaya tenaga kerja langsung lebih murah (76,02%) dibandingkan dengan penggunaan pelat berpenegar pada proses pembangunan dinding rumah geladak (deck house) kapal perintis 1200 GT. Dari penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi galangan kapal dalam proses pembangunan rumah geladak sehingga dapat menghasilkan biaya produksi yang lebih ekonomis dan lebih inovatif.
Download File   Galang Inda Rukmana1 dan Intan Baroroh, S.T.,M.T

Judul : Implementasi Teknologi Augmented Reality pada Media Pembelajaran Mata Kuliah Tipografi di Institut Informatika Indonesia Surabaya
Pengarang : Benny Rahmawan Noviadji 1) Muhammad Nasrulloh 2)
Abstraksi : Peran perkembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan sangatlah dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar. Khususnya di lingkup pendidikan tinggi, media belajar interaktif yang efektif dan menarik sangat diperlukan untuk menumbuhkan minat dan motivasi mahasiswa dalam mendukung proses perkuliahan. Teknologi Augmented Reality (AR) merupakan salah satu hasil inovasi teknologi yang dapat diterapkan ke dalam media pembelajaran yang interaktif. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kampus Institut Informatika Indonesia, terdapat mata kuliah Tipografi, dimana penerapan teknologi untuk media pembelajaran masih perlu dioptimalkan. Penelitian ini menyajikan implementasi Augmented Reality (AR) untuk media pembelajaran interaktif pada mata kuliah Tipografi. Dengan menerapkan konsep AR ke dalam sebuah media pembelajaran diharapkan dapat menciptakan suasana perkuliahan yang menarik dan menyenangkan. Sehingga implementasi dari media ini dapat menjawab permasalahan utama, yaitu bertujuan untuk memberikan kemudahan dosen dalam menyampaikan materi perkuliahan dan menumbuhkan daya tarik, minat, motivasi, pemahaman materi serta peran aktif bagi mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah tipografi, demi terwujud optimalisasi proses belajar mengajar.
Download File   Benny Rahmawan Noviadji 1) Muhammad Nasrulloh 2)

Judul : Analisa Kebutuhan Tenaga Kerja untuk Pembangunan Double Bottom 5 P/S Pada Kapal Tanker 17500 Ltdw Hull Number 288 Di PT. Lamongan Marine Industry
Pengarang : Endar Gunawan1), Intan Baroroh, S.T., M.T.2)
Abstraksi : Sebagai negara kepulauan yang memiliki luas perairan yang amat luas, banyak industri di Indonesia yang memanfaatkannya dalam bidang maritim. Seperti contoh industri yang bergerak dalam perbaikan (repair) dan pembangunan kapal baru (new building). Dalam hal ini, perusahaan dituntut untuk bekerja cepat sesuai dengan schedulle. Untuk memenuhi tuntutan penyelesaian pesanan konsumen (owner), setiap perusahaan harus memiliki network planning yang efektif untuk menentukan durasi pengerjaan dan jumlah tenaga kerja karena dua hal terebut memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan produksi perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisa kebutuhan tenaga kerja yang optimal dalam pembangunan double bottom 5 p/s pada kapal tanker 17500 LTDW. Untuk mengetahui jumlah kebutuhan tenaga kerja, pada penelitian ini menggunakan metode CPM (Critical Path Method) serta dibantu dengan menggunakan software Oracle Primavera P6 dan Microsoft Project 2010. Total waktu efektif yang dibutuhkan dalam menentukan jumlah kebutuhan tenaga kerja yang optimal untuk pembangunan double bottom 5 p/s pada kapal tanker 17500 LTDW yaitu 201,82 jam atau 26 hari. Sedangkan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pembangunan double bottom 5 p/s pada kapal tanker 17500 LTDW berdasarkan perhitungan waktu efektif yaitu sebanyak 78 orang.
Download File   Endar Gunawan1), Intan Baroroh, S.T., M.T.2)

Judul : Deteksi Kecerdasan Anak Menggunakan Na´ve Bayes Berbasis Web
Pengarang : Saiful Kirom1, Hindarto2
Abstraksi : Deteksi kecerdasan anak sejak dini sangat penting karena orang tua bisa menentukan pembelajaran yang terbaik untuk perkembangan kecerdasan anak. Banyak orang tua sekarang yang tidak mengerti dengan perkembangan kecerdasan anak sehingga anak dibiarkan begitu saja tanpa pengarahan sehingga kecerdasan anak tidak dikembangkan sesuai dengan potensi yang anak miliki. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat memanfaatkan teknologi yang sudah ada yaitu sistem pakar yang termasuk dari pembelajaran bidang studi kecerdasan buatan suatu cabang kecerdasan buatan yang menggunakan pengetahuan-pengetahuan khusus yang dimiliki oleh seorang ahli untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Teorema bayes adalah sebuah teorema yang dapat digunakan sebagai sistematika perhitungan suatu peluang untuk menghasilkan suatu hipotesis. Teorema bayes menggunakan metode optimasi klasifikasi. Klasifikasi yang dilakukan adalah hasil dari probabilitas dan statistic. Dengan system deteksi kecerdasan anak diperoleh 82% kesesuaian hasil yang dilakukan oleh system dengan penilaian langsung dari ahli.
Download File   Saiful Kirom1, Hindarto2

Judul : Penentuan Standar Kebutuhan Kawat Las Proses Pengelasan MIG (Metal Inert Gas) Butt Joint dan Fillet Joint
Pengarang : Yogi Hari Anggara, Intan Baroroh*)
Abstraksi : Pada proses pembangunan kapal ▒80% pekerjaan adalah pengelasan, dimana keterampilan dan potensi sangat berpengaruh pada hasil pekerjaan. Standar kebutuhan kawat las sangat dibutuhkan guna mengetauhi kebutuhan kawat las untuk pekerjaan pengelasan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi kebutuhan kawat las dan mencegah terjadinya kebutuhan yang uncontroallable dalam pembangunan kapal aluminium.dengan menggunakan proses las MIG untuk sambungan butt joint 45░ dan 60░ pada posisi down hand (1G), horizontal (2G), vertical up (3G) dan fillet joint 45░ dan 60░ pada posisi down hand (1F), horizontal (2F), vertical up (3F). Data diperoleh dengan pengukuran dan pengamatan secara langsung dilapangan pada pekerjaan pengelasan kapal aluminium. Kemudian, data diolah dan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Sehingga diperoleh persamaan standar kebutuhan kawat las(kg), dimana fungsi x adalah fungsi tebal dan fungsi y adalah kebutuhan kawat las yang digunakan (kg). Pada jenis sambungan butt joint 45░ posisi 1G Y= 0,1033x-0,2811, 2G Y= 0,135x-0,4006, 3G Y= 0,135x- 0,4017 dan butt joint 60░ 1G Y= 0,0917x-0,1861, 2G Y= 0,1433x-0,4133, 3G Y= 0,1417x-0,3939. Persamaan standar kebutuhan kawat las dengan jenis sambungan fillet joint 45░ 1F Y= 0,1017x-0,2717, 2F Y= 0,135x-0,4006, 3F Y= 0,135x-0,4006 dan fillet joint 60░ 1F Y= 0,0933x-0,1889, 2F Y= 0,1283x-0,3439, 3F Y= 0,14x-0,39.
Download File   Yogi Hari Anggara, Intan Baroroh*)

Judul : Efek Penambahan Bahan Bakar Research Octane Number (RON) 90-Ethanol dengan Pemakaian Busi Tipe Dingin terhadap Performasi Mesin Matic 115 CC 1 Silinder
Pengarang : Gatot Setyono, Yoga Pria Hadi S
Abstraksi : Bahan bakar yang mempunyai nilai Research Octane Number (RON) 90 memiliki karakteristik yang mirip dengan ethanol. Pada riset ini akan menganalisa performasi mesin dengan sistem transmisi matic berkapasitas 115 cc dengan percampuran bahan bakar- ethanol yang menggunakan busi tipe dingin, performa yang di analisa yaitu daya, torsi, tekanan efektif rata-rata, konsumsi bahan bakar spesifik dan efisiensi thermal. Pengujian yang pertama pada riset ini adalah karakteristik campuran bahan bakar dan ethanol sebesar 35% dan 45%, pengujian yang kedua adalah performasi mesin pada putaran 4000, 5000, 6000, 7000, 8000, 9000 rpm dengan menggunakan busi tipe dingin elektroda nikel, iridium dan platinum. Hasil riset ini menunjukkan bahwa campuran bahan bakar-ethanol 35% dengan kisaran putaran mesin 7000 rpm menghasilkan performasi maksimal yaitu daya sebesar 4,25 kW, torsi sebesar 5,80 Nm, konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 0,46 kg/kW.h, tekanan efektif rata-rata sejumlah 628,88 kPa dan efisiensi thermal sebesar 23,70%, sedangkan campuran bahan bakar-ethanol 45% pada putaran mesin 7000 rpm menunjukkan performasi maksimum yaitu daya sebesar 4,40 kW, torsi sebesar 6,98 Nm, konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 0,43 kg/kW.h, tekanan efektif rata-rata sejumlah 756,86 kPa dan efisiensi thermal sebesar 27,7%.
Download File   Gatot Setyono, Yoga Pria Hadi S

Judul : Sifat Keras Permukaan Material Baja Karbon Grade A36 dengan Variasi Metode Hard Surfacing
Pengarang : Nur Yanu Nugroho1), Adi Setiawan2)
Abstraksi : Kekerasan permukaan material baja sangat diperlukan pada peralatan pengeruk tanah maupun batu-batuan dan salah satunya digunakan pada bucket kapal keruk yang sering mengalami bengkok dan patah. Penelitian ini untuk mengkaji kualitas kekerasan material baja grade A36 setelah mengalami berbagai perlakuan pengerasan permukaan dengan uji bending dan uji kekerasan. Pengerasan permukaan baja grade A36 dilakukan dengan variasi metode hard facing, buttering, dan buttering berlapis. Prosedur pengujian menggunakan standar ASME IX. Dari pengujian yang dilakukan didapatkan bahwa metode buttering mempunyai harga kuat bending paling tinggi sebesar 14,80 KN dibandingkan dengan metode buttering berlapis 11,56 KN dan hard facing 7,9 KN. Nilai kekerasan material dengan metode hard facing 638,033 HV, buttering 630,34 HV dan buttering berlapis 483,883 HV. Hasil penelitian dengan pengujian bending dan kekerasan didapatkan sifat keuletan dan kekerasan pada material baja grade A36. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan metode buttering adalah yang paling tepat untuk proses pengerasan permukaan pada material bucket kapal keruk karena mempunyai nilai keuletan dan kekerasan yang cukup baik.
Download File   Nur Yanu Nugroho1), Adi Setiawan2)