Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII


Upacara Hari Kesaktian Pancasila

01 October, 2019

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII (LLDIKTI Wilayah VII) mengadakan kegiatan upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019, pada hari Selasa, 1 Oktober 2019 di lapangan kantor LLDIKTI Wilayah VII. Pelaksanaan upacara tersebut dihadiri oleh Pejabat Struktural serta Staf LLDIKTI Wilayah VII. Upacara Hari Kesaktian Pancasila ini dilaksanakan tepat pukul 08.00 WIB, dan dipimpin Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA Kepala LLDIKTI Wilayah VII selaku Pembina Upacara. Semua peserta upacara bersama-sama melakukan Ikrar Sumpah Setia pada Pancasila. Berikut isi Ikrar Sumpah Setia pada Pancasila: Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya: bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia; bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan, Bangsa Indonesia terhdap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai ideologi Negara; bahwa dengan semangat kerbersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur idelogi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia; maka dihadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelaksanaan upacara hari Kesaktian Pancasila ini diharapkan dapat memperkokoh keberadaan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Serta diharapkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila dapat terus diamalkan dan menjadi kekuatan menghadapi berbagai gangguan yang bisa merusak eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).