Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII


Sosialisasi Pembangunan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Bagi LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2021.

03 December, 2021

Sidoarjo – Sebuah lembaga pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel di era sekarang adalah sebuah kemutlakan. Untuk mencapai tujuan tersebut, pada hari Kamis, 2 November 2021, LLDIKTI Wilayah VII menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pembangunan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang dilaksanakan di Hotel Neo + Waru, Sidoarjo dengan peserta sosialisasi yang terdiri dari 40 orang pegawai LLDIKTI Wilayah VII dan 10 orang perwakilan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS)
Dalam sambutannya, Dr. Widyo Winarso, M. Pd, Sekretaris LLDIKTI Wilayah VII, menyatakan bahwa pentingnya SDM yang berevolusi multitasking dan tanggap akan perkembangan zaman, diharapkan semua pegawai memiliki paradigma baru dan keluar dari zona nyaman selama ini. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan narasumber, Drs. Tantawi Haris, Ak. CA. “Semua yang disosialisasikan sekarang adalah apa yang rutin bakal kita hadapi terkait segala risiko ke depannya, terutama yang berbasis keuangan negara,” papar salah satu Korwas Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat BPKP Jawa Timur tersebut.
Drs. Sugiarto Ak. MM. CGAP. CA, narasumber kedua, juga menerangkan bahwa SPIP perlu diinformasikan dan dikomunikasikan oleh tiap tingkat dalam suatu organisasi. Korwas Bidang Akuntan Negara BPKP Jawa Timur tersebut menandaskan, “Apapun level dan peran insan tersebut di sebuah organisasi adalah sama penting, satu tujuan. Jika SPIP suatu organisasi pun sudah berjalan dengan baik, masih perlu dilakukan pemantauan teratur dan kontinyu kepada seluruh pegawai untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kepatuhan terhadap aturan perilaku yang berlaku.”
Diharapkan setelah mengikuti sosialisasi tersebut, semua unsur di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII memiliki persamaan persepsi, kesadaran budaya pengendalian, dan pemetaan dalam menyusun manajemen resiko yang semakin rigid.