Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII


Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke- 56 Tahun 2021 di Jawa Timur

31 October, 2021

Sabtu,(30/10/21) Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke- 56 tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2021. Acara yang bertempat di Hotel El Royal Banyuwangi yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan bupati/walikota se Jawa Timur, serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha Adi Palupi Yulianto, S Sos M Si. dan Koordinator Akademik dan Kemahasiswaan Hj Anik Nuryani, SE. sebagai tamu undangan.


Tema “Literasi Digital untuk Indonesia Bangkit” pada tahun 2021 ini diangkat di tengah krisis Covid-19 yang telah mengganggu pembelajaran anak-anak, remaja, dan orang dewasa dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hambatan ini tentu kian memperbesar ketidaksetaraan yang sudah ada sebelumnya dalam akses ke peluang pembelajaran keaksaraan yang bermakna. Di sisi lain saat ini angka buta huruf di Jawa Timur masih tergolong tinggi, masih sekitar 800 ribu orang yang buta aksara di Jatim berdasarkan data kemendikbudristek RI Tahun 2020.


Universitas PGRI Banyuwangi sebagai perwakilan dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur yang ikut berpastisipasi pada Peringatan HAI Tahun 2021 ini sangat antusias dan menyambut baik Literasi Digital untuk Indonesia Bangkit. LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur juga siap berkoordinasi dengan pemerintahan kota/provinsi supaya kedepannya diharapkan terjadi kolaborasi yang solid antara perguruan tinggi dilingkungan LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur dan masing - masing kabupaten/kota.


Pada momentum peringatan Hari Aksara Internasional ini, Gubernur Khofifah berharap kepada bupati/walikota se Jawa Timur untuk dapat melakukan beberapa hal, seperti pengkajian khusus terhadap program – program literasi digital untuk mempersiapkan generasi mendatang agar siap menghadapi era revolusi industri 4.0, tetapi tetap mengaplikasikan kearifan lokal dalam setiap program yang dilaksanakan, Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal dengan metode dalam jaringan (online).