Peta PTS

ISO 9001:2008
Media Informasi
Link
Peta LLDIKTI Wilayah VII
Statistik Pengunjung
  • 02075052
    Pengunjung hari ini : 408
    Total pengunjung : 2075052
    Hits hari ini : 410
    Pengunjung Online : 1735682

Best View On :
  • Kantor LLDIKTI Wilayah VII
  • Kantor LLDIKTI Wilayah VII
  • Kantor LLDIKTI Wilayah VII
  • Kantor LLDIKTI Wilayah VII
  • Kantor LLDIKTI Wilayah VII
Resonansi Kebangsaan dan Bahaya Paham Radikalisme serta Pencegahannya
By Admin on July 24, 2018
Foto : Kepala BNPT Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. bersama Koordinator Kopertis dan Rektor UPN

Surabaya - Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur bekerjasama dengan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur mengadakan Ceramah Umum dengan tema “Resonansi Kebangsaan dan Bahaya Paham Radikalisme serta Pencegahannya”, turut hadir Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP. serta Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA. Ceramah Umum ini digelar di Gedung Serba Guna “GIRI LOKA” UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya, Selasa, (24/7/18).

Ceramah Umum dihadiri 650 peserta yang terdiri dari perwakilan Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Timur, dan 70 Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Timur, KODIM, BAKESBANGPOL Jawa Timur, dan POLDA Jawa Timur. Pada kesempatan ini Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. sebagai narasumber mengajak Perguruan Tinggi di Jawa Timur untuk menangkal bahaya dan berkembangnya paham radikalisme.

"Dalam dinamika pembangunan nasional, tidak hanya dibutuhkan ahli hukum, ekonomi, energi dan lainnya melainkan dibutuhkan pula Ketahanan Nasional (Tannas) yang dapat menjaga eksistensi negeri," ucap Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H . Maka dari itu peran Perguruan Tinggi dibutuhkan untuk melahirkan para ahli ketahanan nasional. Karena saat ini terorisme telah menjadi salah satu tren global, sehingga Indonesia membutuhkan Ahli Tannas yang dapat memetakan masalah pertahanan nasional serta mampu memberikan solusi atas permasalahan radikalisme di Indonesia.

Lebih lanjut Mantan Sekretaris Utama Lemhanas RI ini menyebutkan wawasan kebangsaan perlu untuk selalu diingatkan dan disampaikan keseluruh  tenaga pendidik dan mahasiswa yang nantinya akan menjadi sumber informasi bagi masyarakat disekitarnya. Untuk itu pola pendidikan kebangsaan perlu disampaikan dengan cara-cara yang lebih inovatif. Untuk mendalami wawasan kebangsaan tidak hanya menggunakan  akal dan logika, tapi juga hati.

Kembali Ke Halaman Awal

Berita Lainnya